ILMU
Oleh:Dindin sehabudin ahmad
Pada saat ini didunia terutama dinegri kita indonesia, telah terjadi berbagai bencana alam baik dilaut, didarat, maupun diudara. Dan masih ingatkah kita dengan kejadian tsunami di aceh pada tahun 2005 lalu yang menewaskan beribu-ribu manusia, atau berita yang hangat-hangat sekarang ini yaitu longsor dan banjir.
Dan apakah itu salah kita,,,??
Kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, dan marilah kita berintropeksi diri kita masing-masing, sebagai mana dalam firman Allah yang artinya: Dan apasaja musibah yang menimpa kamu maka itu adalah disebabkan oleh perbuatan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan Mu)
Dalam kitab tafsir ibnu katsir, ayat diatas menjelaskan bahwwa semua bencana yang datang kepada manusia dari semua bencana yang sudah terjadi, sesungguhnya itu adalah kesalahan-kesalahan kamu terdahulu. Maka allah memafkan kamu sekalian dengan mendatangkan bencana itu. Dan dengan itu tampa disadari oleh kita bahwa dengan datangnya bencana kepada kita itu adalah sebagai kifarat (penghapusan Dosa) atas segala dosa-dosa dari apa yang telah kita perbuat dimasa lalu. Maka dari itu marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta kesadaran kita akan apa yang telah kita perbuat disetiap pijakan kita, selain dari itu kita juga harus belajar dengan sungguh-sungguh agar kita mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan ilmu kita dapat memilih mana yang terbaik buat kehidupan kita, serta dapat menentukan arah mana yang akan membawa kita kejalan yang terbaik dan berada dalam kerihoan Alla SWT.

Hadirin yang dirohmati Allah,,,
Ilmu adalah pembuka cakrawala kehidupanbagi manusia, segala gerak, langkah, bunyi, ucapan dan denyut keyakinan kita akan bersandar pada apa yang telah kita pelajari dan kita ketahui.dengan ilmu kita akan cerdas dalam menyikapi segala sesuatu yang telah terjadi dengan arif dan bijaksana. Ada keyakinan bahwa itu adalah kehendak Allah SWT dan mengembalikan ingatan kita akan tugas kita sebagai makhluk sosial yang ada dimuka bimi ini, dan sebagai kholifah muka bumi. Dan apa yang akan terjadi, jika manusia melupakan akan tugasnya sebagai
Dan tidak sedikit juga, manusia melupakan bahkan tidak mengerti akan tugasnya sebagai kholifah, dan kenapa itu bisa terjadi,,,???
Dikarnakan kurangnya kesadaran menuntut ilmu dan lebih memilih bekerja keseharian yang seolah-olah hidup untuki selamanya tanpa menyeimbangkan bekerja untuk akhiratnya sebagai antisipasi meninggal meninggal dihari esok. Dalam kitab durattunn nasihin yang diriwayatkan oleh Abu hurairah, Nabi SAW bersabda; yang artinya: barang siapa yang menempuh jalan menuju ilmu pengetahuan pasti Allah menunjukkan jalan menuju surga. Sesungguhnya para penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan dilautan semua beristigfar memohonkan ampunan bagi orang alim(orang yang mencari ilmu) sebab para ulama adalah pewaris para nabi-nabi.
Ulama hikmah menyatakan bahwa ilmu itu terdiri dari tiga huruf, yaitu: Ain, lam dan mim yang memiliki makna:
1. Ain yang artinya illiyyun (makam tertinggi)
2. Lam yang artinya lathilf (halus, tenang dan pemurah)
3. Mim yang artinya mulk (kerajaan)
Tiga huruf tersebut berkaitan dengan pemiliknya dan membawa pengaruh sebagai berikut: Ain dapat menjunjung pemiliknya ketingkat drajat tertinggi, Lam dapat membawa pemiliknya berwatak lemah lembut, tenang dan pemurah (dermawan) dan Mim dapat membina pemiliknya berjiwa peminpin atau mungkin menjadi penguasa, raja, dan presiden. Dan Allah menunjuk keistimewaan ilmu dalam seruannya kepada Nabi Muhammad SAW, yang artinya:
Ya Allah tunjukanlah kepadaku ilmu pengetahuan.
Hadirin yang dirahmati Allah,,,
Memiliki ilmu tidaklah rugi, karna orang yang memiliki ilmu dimanapun dia berada tidak akan merasa asing oleh lingkungannya, karna dia kan dibutuhkan dan berguna bagi lingkunggan disekitarnya dan orang-orang disekitarnya akan mencarinya dan datang kepadanya. Ada kata mutiara yang menyatakan;
Sebuah besi dikubur selama satu bulan dalam tanah akan berkarat, tapi. Tapi intan berlian yang dikubur selama 1000 tahun akan tetap berkilau dan akan selalu dicari, karna sangat berharga. sedangkan besi yang berkarat akan berakhir ditumpukan barang kiloan yang hampir tidak terlirik dan berharga.
Begitupun dengan ilmu. Walaupun orang yang memiliki ilmunya telah meninggal tetapi ilmunya akan selalu diinggat dan tetap dicari oleh setiap orang.
Mungkin dari uaraian di atas dapat saya simpulkan, bahwa yang namanya ilmu itu tidaklah merugikan bagi pemiliknya, tetapi orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya baik dihadapan manusia maupun Allah SWT.
Dan marilah kita tutup khutbah ini dengan membacakan do’a
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، يَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

0 komentar:

Poskan Komentar